can you please stop that?

udh lama sbenernya pengen nulis soal ini, tapi selalu kelupaan…dan hari ini nemu lagi sesuatu yg bikin gemes & akhirnya sebelom lupa, mendingan gue tulis skarang.

first off, Looklet has a new model. namanya Miu, perkenalkan (lihat gambar bawah).

i’m enthralled that Looklet has another Asian looking model, especially since she looks like she comes from our (= South East) part of Asia. love her look!

trus, gue baca2 komen org2 di Looklet Mag soal model baru ini. and found this comment (name withheld, but you can easily find it there, since the comment is written in Indonesian..no translation/editing done, this is a full quote of the comment):
ih paraaahh!!!Mukanya ‘babu’ bgt alias pembantu bgt!ckck”

being the nosy me, gue klik lah org ini…dan dia baru berumur 12 tahun.

terus terang gue lgs sedih dan malu baca komen dia.
untung aja dia nulis pake bhs Indonesia, jadi org2 dari seluruh dunia ga ada yg ngerti kecuali org Indonesia.
oh, btw, selain dia, hanya ada 1 lagi (so far) yg ga suka sama model ini, dan dia juga org Indonesia. komentar2 puluhan org lain adalah how sexy & beautiful Miu is, how delightful that there’s more Asian looking model there in Looklet, etc.

anyway. here’s the thing.

what is so distinct about “tampang pembantu”, that you can say that when you see someone’s face??
aren’t they also human, also Asian looking (for Indonesians), just as unique as YOUR OWN face??

gue ga bakal munafik, dulu pas masih SMA dan kuliah, gue juga pernah ngatain diri gue sndiri bertampang pembantu. KTP gue pas jaman itu soalnya fotonya emg ga banget.
pas udh sampe Finland, si Antti liat…dan gue bilang dengan malu2, bahwa menurut gue, tampang gue kyak pembantu gitu di situ.
he looked at me in bewilderment, and said “how can you say that?”
intinya, dia ga ngerti gimana kita, org Indonesia, bisa seenaknya ngatain org atau bahkan diri sndiri bertampang kyak pembantu..emg apa bedanya tampang pembantu sama tampang org2 lain di Indonesia?

after that, gue jadi malu sama diri gue sndiri, dan sadar bahwa yg Antti bilang emg bener…they’re just like us, we all have our own unique features and each of us are beautiful in our own ways!

sayangnya, kebanyakan justru org Indonesia sendiri yg melihat tampang org lain seperti itu. contohnya, klo ada org bule nikah sama org Indonesia yg ga berkulit putih, jauh dari image “model” yg selalu ada di majalah2 Indonesia, kita pasti lgs bilang “ih, bule2 kok doyannya sama muka pembantu gitu sih??”.
atau, contoh satu lagi, yg pernah gue alami sndiri, pas pulang pertama kali dari liburan di Finland, sampe di airport Soekarno – Hatta, petugas airport dgn seenaknya nyuruh gue keluar dari pintu TKW, karna gue dikira TKW aja gitu.

my point is…can people please stop “discriminating” other people’s looks, and more specifically, “discriminating” pembantu?? it’s not nice, and actually useless, considering people from other places of the world see our faces just the same as they see “pembantu”‘s faces.

remember, pembantu itu tugasnya menolong kita dalam kehidupan sehari2, there’s nothing bad in that. if anything, you should be proud if some Indonesian tells you that you look like one.

Advertisements

6 thoughts on “can you please stop that?

  1. setuju Punce, memang sedih bgt kalo gw pikir2 kenapa di Indonesia pembantu dipandang rendah bgt ya ? padahal mereka juga kan sama sederajat sama kita. Kalo pembantu emang jadi lebih jelek gitu dari yang lain. Semoga tambah banyan orang kita yang nyadar yah bahwa manusia itu sederajat semua, mau pembantu, direktur, model, ibu rumanh tangga, pemegang gelar s3 ato lulusan sd. Gw juga berasa banget kalo disini orang yah dianggap sederajat mau apapun status nya dia.. let’s hope di Indonesia orang2 bisa juga menghargai sesama tanpa pandang status, pekerjaan, pendidikan, dsb.

  2. …sempit amat tuh anak umur 12 tahun. kedepannya pasti cuman jadi orang ga penting. btw sedikit intermezzo. pembantu temen gue tampangnya mirip banget ama Olga Lydia yang model itu… serius. andai gue masih sering ke rumah temen gue bakal gue potoin dah.miu’s face is so sexy

  3. Perenungan yang bagus, pun… Untuk orang2 yang belum menyadari, bahwa dirinya juga adalah pembantu2 untuk orang2 yang lebih berkuasa. Semoga anak berumur 12 tahun itu, dan yang lain, termasuk gue, dapat lebih menghargai profesi asisten rumah tangga ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s