drama di pagi hari midsummer

setelah menjalankan VF jam 2 pagi tadi (maklum, adiksi), siap2 tidur, suami masih ngotak-ngatik kerjaan di komputer…akhirnya baru matiin lampu & (berusaha) tidur jam 3an pagi.


tau2 kebangun karna denger pintu rumah dibuka, dan ada suara2 ga jelas. otak yg masih setengah di alam mimpi hanya bisa menangkap bahwa salah satu suaranya adalah suara suami.
ga lama kemudian terdengar bunyi pintu ditutup, lalu muncullah suami balik ke kamar. pertama2 ngecek gue udh bangun belom, dan pas ngeliat gue kedip2 masih ga sadar, dia bilang “ada kebakaran di dalam gedung ini.”

buset, what a nice way to wake me up . tapi melihat mukanya yg serius, well, it IS serious then. yelp! start panicking!

bangkitlah gue menuju pintu, dan emg kecium bau asap ga enak, uhuk uhuk..
dan dari balik pintu, kedengeran suara para pemadam kebakaran berusaha mencari2 sumber asap.

lgs aja gue ngumpulin segala berkas2 penting, siap2 klo mesti keluar apartemen: paspor, surat nikah, kartu2 debit, dlsb.
pake cardigan tebel, pintu teras dibuka sedikit (siap2 lompat keluar dari teras, hihi..untung cuma lantai 1), dan siap mengungsi.

cek jam..ternyata baru jam stengah 7 pagi..pantesan aja masih ngantuk, huhu..

sambil tetep nguping di deket pintu, ternyata ketauanlah bahwa sumber asap berasal dari apartemen nomer 4…yaituuuuu apartemen persis di depan apartemen kita huhuhu, ga tanggung2, bukan hanya di 1 gedung yg sama dgn apartemen kita, tapi bahkan selantai dan persis di depan apartemen kita. selamet deh, gue pikir.

and to make matters worse, udh digedor2, tingtong2, penghuni apartemen nomer 4 ga buka2 pintu. mengingat wiken ini libur panjang, jangan2 emg mereka lagi berlibur entah di mana..wakkss…mana yg tinggal di apartemen nomer 4 itu pasangan muda dgn anak balita pula, gue & suami udh ngebayangin kasihannya mereka klo lagi liburan di mana trus pas pulang ga taunya barang2 mereka terbakar..

akhirnya terdengar mereka berusaha membuka pintu apartemen nomer 4 dgn suatu alat (entah apaan, ga berani kita buka pintu buat nontonin ), dan akhirnya, AKHIRNYA, setelah kyaknya lamaaaa bgt, kedengeran pintu mereka berhasil dibuka.

suara berikutnya yg kedengeran…adalah suara tertawa2 .

ga lama kemudian, para pemadam kebakaran terdengar minta kipas angin (buat ngusir asapnya) dan dari jendela kita yg menghadap ke teras, keliatan bbrp pemadam kebakaran mulai keluar dari apartemen, menggulung kembali selang2 airnya, dll..

well, akhirnya gue putuskan it’s nothing dangerous, jadi gue (mencoba) kembali tidur.

di sela2 nyoba tidur, suami bolak balik kamar & suatu saat bilang bahwa skarang kasus “kebakaran” itu lagi diselidiki oleh polisi.

setelah akhirnya bangun beneran (jangan tanya jam brapa, i deserved my sleep!), barulah suami cerita kejadian lengkapnya, yg akhirnya dia denger dari tukang yg betulin kembali pintu si apartemen nomer 4.

di pagi hari ini, ada yg ngeliat asap di tangga gedung apartemen kita, dan alarm kebakaran pun berbunyi. jadi yg ngeliat asap itu lgs telpon pemadam kebakaran.

trus, tau2 suami gue kebangun karna denger tingtong2 beribu2 kali & slot surat di pintu kita kyak dimain2in. dia kira, ada anak2 yg main2in pintu apartemen kita kah or samting..
pas dia jalan menuju pintu, baru deh denger alarm kebakaran gedung kita.
dia buka pintu, & lgs ditanya oleh pemadam kebakaran apakah alarm kebakaran apartemen kita bunyi (which means asapnya dari apartemen kita). since the answer’s no, maka berlanjutlah pencarian sumber asap.

fastforward ke saat di mana akhirnya pemadam kebakaran berhasil membuka pintu apartemen nomer 4, dan tau2 gue denger suara ketawa2…ternyata karna yg mereka lihat adalah sang suami dari pasangan muda itu, ketiduran (dan ga bangun2 walopun alarm kebakaran apartemen mereka berbunyi nyaring & pintu digedor2 dll! hebat!) & makanan gosong di atas kompor (ato di dalem oven ya? lupa) .

yah..jadi ceritanya, si suami ini manasin makanan trus ketiduran…dgn begitu lelapnya sampe bumi gonjang ganjing karna makanan gosong miliknya sndiri, dan dia tetep ga bangun .

yes, just say it: GUBRAG.

hihihi…

the good thing is, kita jadi bisa ngeliat that the firemen do take things seriously anyway, and in case it’s a real serious fire, gue yakin kita bakal selamat di tangan mereka, hehe.

btw, gue memang sempet heran (dan panik), karna insting gue begitu suami gue pertama bilang klo ada kebakaran di gedung ini, adalah untuk lgs lari keluar apartemen & berdingin2 ria di luar gedung, yg penting selamet…maklum, selama ini gue “dilatih” di mana2 ya untuk lgs evakuasi in case of emergency yak. ini kok malah kita diem2 aja di dalam apartemen kita sndiri???

ternyata, gedung2 apartemen di sini dibangun dgn materi2 fire-safe, jadi klo ada kebakaran di salah satu apartemen, apartemen yg ada di sebelah2nya ga ikutan kebakar.
dan, justru penghuni apartemen direkomendasikan untuk tetap berada di dalam apartemen masing2 in case of a fire di apartemen lain yg segedung sama kita, karna:
1. klo kita keluar, bisa2 malah keabisan oksigen karna asap yg berada di lorong apartemen, atau,
2. malah ketemu sang api.

so, walopun ternyata kasus “kebakaran” kali ini cukup menggelikan, tapi toh kita belajar banyak hal dari situ.
satu hal lagi yg gue pelajari, ternyata gue kok ga bangun ya pas bel apartemen kita dibunyi2in??

Advertisements

2 thoughts on “drama di pagi hari midsummer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s