“teman-teman” jahat

Menyambung ke entry “pet peeves”…
Aku sedih…sumpah sampai menangis..
Masalahnya sepele.

Aku jualan baju, lalu orang2–termasuk yg statusnya “temanku”–membelinya.
Lalu, mereka tidak membayarnya..karena status “teman”, kupikir, berilah waktu bagi mereka untuk mengumpulkan uang sebesar harga baju yg mereka beli, mungkin mereka memang sedang ada kesulitan keuangan.

Tapi, karena status “teman” juga, mereka pikir mereka terbebas dari hutang itu.
Tidak.
Aku selalu menunggu. Aku selalu ingat.

Kulayangkan email pertama pada mereka, mengingatkan bahwa mereka masih punya hutang padaku.
Kutelpon mereka satu per satu, mempertanyakan niat baik mereka.
Mereka bilang, akan membayarnya setelah gajian bulan September kemarin.

Kutunggu lagi.
Selama setahun sudah aku menunggu.
Tapi tak apa, karena status “teman”, aku percaya, dan aku menunggu lagi.

Waktu gajian mereka tiba.
Apakah mereka membayarkan hutang mereka yg telah tertunda selama setahun?
Tentu tidak.

Kutelpon mereka kembali satu per satu.
Semua bilang, akan membayarkannya nanti sore, besok siang, dll.
Apakah mereka melakukannya?
Tentu tidak.

Kutelpon sekali lagi.
Apakah mereka mengangkatnya?
Tentu tidak.
Nomorku sudah dikenal, dan patut dijadikan subyek “yg layak tak diangkat panggilannya”.

Kulayangkan email kedua.
Kita tunggu lagi kelanjutannya…

Aku tak peduli lagi dgn segala pikiran busuk yg ada di kepalaku ttg mereka. Kalau mereka protes, dan bilang bahwa bukannya mereka sengaja tak mengangkat telponku, aku tak akan bisa percaya.
Tak akan ada lagi senyum manis dan basa basiku pada mereka.

Aku tak habis pikir, apa yg kurang baik dariku, yg telah melayani mereka, membuatkan baju pesanan mereka, menunggu mereka membayarnya, menalang dulu hutang mereka pada AmeNoMachi dgn uangku sendiri yg kudapat dari kerja sampingan/rodi, walaupun lalu uangku sendiri tak bersisa lagi dan aku tak mampu hidup dgn sisa uang itu.

Mereka pikir memang selama ini aku hidup pakai apa?
Uang siapa?
Uang dari mana?

Aku tahu, masing2 org punya kebutuhan sendiri, punya budget sendiri dalam hidup, punya masalah keuangan sendiri.
Tapi masing2 org juga punya hak, dan ini adalah hak AKU untuk dibayar!!

Apakah mereka peduli dgn kebutuhan-KU??? Masalah keuangan-KU???
Walaupun AKU peduli dgn kebutuhan mereka dan masalah keuangan mereka hingga rela menunggu selama lebih dari setahun untuk pelunasan hutang2 mereka, nyatanya: MEREKA TAK PEDULI DENGANKU!

Ternyata, dalam hal bisnis, seorang “teman” jauh lebih jahat dari “pelanggan biasa”.

Sungguh, kenyataan ini membuatku menangis saat ini

Advertisements

12 thoughts on ““teman-teman” jahat

  1. Pun, temen atow tidak (which in this case I don’t think they are).. you need to put your foot down on them. Think of it this way, what would you do to your other ‘non-friends’ customers that do not pay? What would a business do to any customers that refuses to pay? You contact the local authority! I honestly do not know how things work over there regulation-wise to protect businesses, but since you actually had a legit and legal business and it was registered as a business, I’m sure there’s something enforced in that area that you can investigate on. This has to stop my darling. I’d say threaten them. If they now know your number and do not answer, then you can leave them a message on their voicemail,or get someone else ‘from the team’ to give them a call instead and threaten them for non-payment. Especially not paying for a year, that’s just taking the biscuit!I hope this helps my dear, and remember …be ruthless, they’re not your friends anymore coz ‘real’ friends don’t do that to you!*huggles*

  2. anytime u need a debt collector, sis.. hard or soft.. but i recommend hard.. since it’s the most effective way.. kalem, gak perlu ada biaya cacat fisik kok.. paling mental.. tapi ya siapin dana juga kalo2 ada yg hrs cacat fisik.. oke?

  3. jazzm1nt said: If they now know your number and do not answer, then you can leave them a message on their voicemail,or get someone else ‘from the team’ to give them a call instead and threaten them for non-payment

    hix..masalahnya, skarang ini yg “aktif” di AM kan emg cuma gue..si Varin emg udh kluar dari kapan2, en Ratna sibuk ma kerjaannya.but yeah, i’ll ask her to call them then. klo masih ga mempan juga…. emg terpaksa lewat jalur hukum. question is..would the “local authority” also require some “service” fee… *sigh*

  4. anomk said: anytime u need a debt collector, sis.. hard or soft..

    eee..agak2 menyeramkan juga ya, sbenarnya saya pecinta damai πŸ˜₯ terima kasih untuk tawarannya..tapi sbenarnya (lagi) gue lebih sakit hati karena perbuatan mereka itu, bukan masalah uangnya..jadi yah…klo emg pake cara apapun udh ga mempan..mendingan direlakan aja deh πŸ˜₯

  5. Dalam bisnis sih status “teman bisnis” biasanya mengacu ke: supplier, re-seller, dll. kalo yang beli-beli boleh deh dikasi status “langganan”, tapi selebihnya ya “pelanggan” atau client. Maka dari itu diperlakukannya sebagai client biasa aja pun, bandel? Kejar terus… dan untuk new deals jangan lupa bikin catetan item diatas putih mengenai term of payment.Jangan lantas takut persahabatan diluar bisnis jadi pudar… apalagi kalo si “teman” dah nggak ngehargain that in the first place

  6. Gemes banget bacanya. Langsung pengen jadi debt collector buat Puni. Jangan menyerah ya. Dikejar terus. Terus kirim email dan sms, lengkap dengan sanksinya akibat telah telat bayar hutang dan mengabaikan janji mereka sendiri. Kamu di pihak yang benar kok, jangan mau kalah dari mereka. Terus coba ya…

  7. saxsilverain said: eee..agak2 menyeramkan juga ya, sbenarnya saya pecinta damai πŸ˜₯ terima kasih untuk tawarannya..tapi sbenarnya (lagi) gue lebih sakit hati karena perbuatan mereka itu, bukan masalah uangnya..jadi yah…klo emg pake cara apapun udh ga mempan..mendingan direlakan aja deh πŸ˜₯

    anyway, aku juga bukan duitnya doang yg diuber.. tapi demand respect from them.. tanya Bayu deh, waktu itu kita jadi debt collector, sempet bikin heboh The Beat Kemang.. Yg dikejar bukan duitnya.. kalo emang ga mampu bayar, ya mau apa lagi? Tapi at least, RESPECT-nya itu.. Kalo nggak mau direspect, ya jangan marah kalo kita ga respect balik.. dan yg begitu itu terpaksa dipaksa.. give me japri all the HP and Address ya.. Bay, mari?

  8. anomk said: anyway, aku juga bukan duitnya doang yg diuber.. tapi demand respect from them.. tanya Bayu deh, waktu itu kita jadi debt collector, sempet bikin heboh The Beat Kemang.. Yg dikejar bukan duitnya.. kalo emang ga mampu bayar, ya mau apa lagi? Tapi at least, RESPECT-nya itu.. Kalo nggak mau direspect, ya jangan marah kalo kita ga respect balik.. dan yg begitu itu terpaksa dipaksa.. give me japri all the HP and Address ya.. Bay, mari?

    Stujuu sekali! He’s right Pun’.. lagian, I think it’s a very good idea. Gue ama Stipi kemaren sempet mikir2 ke arah itu, tapi don’t know who you’d need to approach. Maklum lah, gue dah lama menghilang. Tadinya gue tergoda sekali mintain nomer2 dari elo biar gue aja yg ngancem lewat telpon dari sini, tapi kok kayaknya kurang serr ketimbang kalo disamperin orgnya secara langsung yah? Anyways… paling nggak elo udah ada yg mo sukarela, I’d say take his offer and go for it!

  9. Aduuuh, gw kok rasanya tau yaaa… jadi merasa bersalah πŸ˜₯ Kalo emang bener, baju yang dibeli sejak september taun lalu yang belum dibayar, Gw minta maaf ya Pun, mungkin gw harusnya gw pede aja waktu itu , and didn’t re-sell it 😦

  10. priciawinda said: baju yang dibeli sejak september taun lalu yang belum dibayar, Gw minta maaf ya Pun, mungkin gw harusnya gw pede aja waktu itu , and didn’t re-sell it 😦

    huehue, bener sih Chia, it’s that one :p but, ya sudahlah..gue udh pasrah, sampe hari2 terakhir gue di Jkt juga ga ada tanda2 dia mo bayar, ngangkat telpon gue aja nggak, hix hix..but it’s not your fault loh, please don’t feel guilty about it πŸ™‚ btw gue udh di Finland nih skarang, nanti gue email lo nomer hp gue di sini ya..c u soon!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s